Dukungan

W A    : 0898 999 6464

Telegram : Al-Muayyad
YouTube  : Ayyada TV

IG : almuayyad_solo

Twitter : almuayyad_solo

Online
Kami memiliki 87 Tamu online
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini4576
mod_vvisit_counterKemarin5819
mod_vvisit_counterMinggu ini15200
mod_vvisit_counterBulan ini93780
mod_vvisit_counterTotal11930368
Facebook
Awal

Wawancara Eksklusif Bersama Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf

Berdakwah Dengan Sholawat

Habib

Alhamdulillah, Majalah Serambi Al-Muayyad mempunyai kesempatan berharga bisa bersilaturahim kepada  Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf sekaligus wawancara di rumah beliau beberapa waktu yang lalu. Habib Syech mempunyai keinginan agar Indonesia Bersholawat, seluruh bumi pertiwi penuh dengan orang-orang bersholawat. Beliau juga mempunyai kenangan indah dengan Mbah Ti dan Al-Muayyad. Berikut hasil wawancaranya.

 Bagaimana latar belakang didirikannya Majelis Ta’lim Dzikir & Sholawat  Ahbaabul Musthofa?

Kita melihat perpecahbelahan antara umat dan didirikannya Ahbaabul Mushtofa ingin mempersatukan umat dengan sholawat. Kita bersholawat untuk menjalankan apa yang diterangkan pada Al-Qur’an maupun Hadist. Keutamaan Sholawat yaitu untuk penyejuk dan ketentraman hati.

Ada berapa jamaah yang menghadiri dalam majelis Ahbaabul Musthofa?

Selengkapnya ...

 

Ayo Ngaji Bareng SLANK

 

 

              Pondok Pesantren Al-Muayyad baru-baru ini kedatangan tamu istimewa, grup band papan atas Indonesia, Slank. Band yang digawangi  Bimbim, Kaka, Abdee, Ridho dan Ivan itu silaturahim ke Al-Muayyad pada Senin, 25 Juni 2012 dalam rangkaian acara “Xtraligi Perjalanan Spiritual Slank dan Ki Ageng Ganjur ke Pesantren”.

 Begitu tiba di Al-Muayyad, Slank yang ditemani Bunda Iffet dan Ki Ageng Ganjur  atau Dr Zastrow Al Ngatawi disambut oleh KH. Abdul Rozaq Shofawi, kemudian dijamu makan siang di aula putri. Tampak para personil Slank menikmati sajian makanan khas Solo, seperti nasi liwet dan selat solo. Selesai makan siang, Slank menyambangi studio RAM FM untuk pengambilan jingle suara dan tanda tangan. Lalu para personil Slank mengambil air wudlu untuk sholat Dzuhur.

Para santri yang sudah menunggu di serambi masjid sepertinya tak sabar menunggu gelaran acara selanjutnya yaitu Dialog Budaya yang juga disiarkan live oleh RAM FM. Para personil Slank, Ki Ageng Ganjur dan KH. Abdul Rozaq Shofawi duduk bersila di serambi, diikuti para santriwan dan santriwati, beberapa Slankers dan wartawan yang hadir.

Selengkapnya ...

 

Kepercayaan dan Cara Menguburkan Ari-Ari

kubur ariari

Bagi masyarakat Nusantara, Islam tidak lagi dipandang sebagai ajaran asing yang harus difahami sebagaimana mula asalnya. Islam telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan keseharian, mulai dari cara berpikir, bertindak dan juga bereaksi. Sehingga Islam di Nusantara ini memiliki karakternya tersendiri. Sebuah karakteristik yang kokoh dengan akar tradisi yang mendalam. Yang dibangun secara perlahan bersamaan dengan niat memperkenalkan Islam kepada masyarakat Nusantara oleh para pendakwah Islam di zamannya.Diantara tradisi yang hingga kini masih berlaku dalam masyarakat Islam Nusantara, khususnya di tanah Jawa adalah menanam ari-ari setelah seorang bayi dilahirkan dengan taburan bunga di atasnya. Atau dengan menyalakan lilin di malam hari. Apakah Islam pernah mengajarkan hal yang demikian?

Menanam ari-ari (masyimah) itu hukumnya sunah. Adapun menyalakan lilin dan menaburkan bunga-bunga di atasnya itu hukumnya haram karena dianggap sebagai tindakan membuang-buang harta (tabdzir) yang tak ada manfaatnya.

Selengkapnya ...

 

Sumur Tua

 
Sebelumnya banyak yang tidak tahu keberadaan sumur ini tetapi setelah dibukak barulah mereka tahu bahwa di depan masjid ada sumurnya. Tentang pembukaan sumur tua ini sedikit kisah yang melatarbelakangi dibukaknya sumur ini. Berikut kisahnya
Dr, Kamil Almarisi beliau adalah Pengawas Kepala Sekolah SD se Indonesia, sebelumnya beliau tinggal di Kalimantan, beliau bukanlah alumni atau santri yang pernah belajar di Al-Muayyad, beliau mengenal Bah Umar pertama kali pada tahun 1992 lewat mimpi.
Dr. Kamil Almarisi semula memiliki ilmu kanuragan tidak tanggung-tanggung dia tidak mempan senjata apapun, suatu malam dia bermimpi bertemu seorang Kyai yang pada saat itu beliau tidak kenal siapa kyai yang menemui dalam mimpinya itu,dia hanya mengerti bahwa Kyai itu  berasal dari Jawa karena dilihat dari model pakainnya.
Dalam mimpinya Kyai itu menunjuk pada dirinya dengan gitik (semacam kayu kecil pendek berukuran 50 cm yang biasa untuk aba-aba). Anehnya setelah bangun tidur dia mendapati tubuhnya lemah tak berdaya. Dan tanpa terasa ilmu kebal yang dimilikinya hilang. Dalam mimpinya itu pula Kyai berpesan untuk membenahi  mesjid milik Kyai tersebut.
Kemudian Dr. Kamil mulai mencari Kyai yang pernah menemuinya dalam mimpinya. Sampai saat ia ingin memondokkan putranya. Kemudian Beliau pindah ke Jawa. Setelah di Jawa ini beliau masih terus mencari Kyai dalam mimpinya itu.
Semua pondok di Jawa di kelilingi dan bertanya-tanya. Dan dari sowan-sowan ke kyai-kyai tersebut banyak yang menyarankan untuk memondokkan putranya ke Al-Muayyad.
Maka beliau memutuskan untuk mendaftar anaknya ke Al-Muayyad, di Al-Muayyad pada saat itu memang sedang penerimaan murid baru. Waktu mendaftar di kantor PSB inilah beliau melihat gambar Kyai yang pernah dilihat dalam mimpinya di kalender yang di pasang di kantor PSB. Kemudian beliau berkata :”Inilah Kyai yang menemui saya” . Dari situlah beliau mengenal bahwa yang menjumpai dalam mimpinya adalah KH. Ahmad Umar.
Beliaupun melaksanakan amanah KH, Ahmad Umar dalam mimpinya yaitu merenovasi Masjid Al-Muayyad.
Ketika Haul KH. Ahmar Umar, Romadhon DR. Kamil berkunjung ke Al-Muayyad,  menyampaikan mimpinya suruh membuka sumur didepan masjid .
Sumur Tua di depan mesjidpun di buka, dan setelah dibuka Romo KH. Abdul Rozak bermimpi ketemu KH. Abdul Manan, dalam mimpinya KH. Abdul Manan hanya berkementar kepada beliau: “Iki seng jenenge mikul duwur mindem jero”
 
 Sumber: klik disini
 

Amalan Doa Rabu Wekasan

Imam Fariduddin Syakar Kan dalam kitab Awrad al-Khawajah Mughniddin, seperti yang disebutkan pula dalam kitab Al-Jawahir al-Khams, mengatakan Asy-Syaikh Al-Buni di dalam kitab Al-Firdaus menyebutkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan bala pada hari Rabu terakhir bulan Shafar antara langit dan bumi. Lalu diterima oleh Malaikat Quthbul Gauts yang menyebarkannya ke penjuru alam. Apapun yang terjadi berupa kematian, bala atau musibah itu adalah yang disebarkan oleh Quthbul-Gauts.

Karena itu, barang siapa ingin selamat dari semua bala dan musibah itu hendaklah melakukan shalat 6 rakaat. Pada rakaat ke-1 membaca surat Al-Fatihah dan ayat Kursi, dan rakaat ke-2 membaca surat Al-Ikhlas, demikian seterusnya. Setelah usai melakukan shalat, bershalawat kepada Nabi SAW dengan Shalawat apapun dan membaca doa berikut ini :

Selengkapnya ... 

 

Syarat Hewan Kurban dan Waktu Penyembelihan

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda pada hari Nahar, “Barang siapa yang menyembelih sebelum shalat hendaknya dia ulangi”, maka berdirilah seorang lelaki, “Ya Rasulullah, ini adalah hari yang daging itu sangat dinikmati”, dan laki-laki tersebut menyebutkan keperluan dari tetangganya sehingga dia menyembelih sebelum shalat, maka Rasulullah seakan-akan membenarkannya, “Saya memiliki kambing yang belum cukup umur yaitu lebih saya senangi dari pada dua kambing berdaging, apakah saya boleh menyembelih kambing yang belum cukup umur ini”, maka Nabi memberikan keringanan baginya.

Saya (Anas) tidak tahu apakah keringanan ini khusus baginya atau juga bagi yang lain. Kemudian Rasulullah merunduk pada kedua kambing itu dan menyembelih keduanya. Maka berdirilah sekolompok manusia pada kambing kecil (kecil jika dibandingkan dengan yang lain tapi sudah cukup umur) maka mereka saling membagi.

Kesimpulan: menyembelih hewan kurban harus sudah memenuhi umur yang ditentukan oleh syariat, apabila kurang dari umur yang ditentukan maka tidak syah kurbannya dan hanya dihitung sebagai sadaqah. Keringanan di atas hanya diberikan kepada beberapa sahabat saja dan tidak diberikan kepada orang lain lagi setelahnya.

Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Rasulullah shalat kemudian khutbah dan beliau memerintahkan orang yang menyembelih sebelum shalat untuk mengulanginya.

Kesimpulan:

Awal waktu menyembelih adalah setelah salat Idul Adha bagi orang yang tidak bepergian, sedangkan bagi orang yang sedang safar (bepergian) maka mereka memperkirakan waktu dimana kaum Muslimin telah selesai mengerjakan shalat Idul Adha.

Akhir waktu menyembelih terdapat dua pendapat dari kalangan Ulama, pendapat pertama ketika matahari terbenam pada tanggal 12 Dzulhijjah dan pendapat kedua ketika matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah. Dalil dari pendapat kedua memakai ayat Agar mereka mengingat Allah pada hari-hari yang telah ditentukan”. Pada ayat ini disebutkan hari-hari(ayyaamin) dalam bentuk jamak. Dalam bahasa Arab kata jamak memiliki jumlah minimal tiga. Dan ini pendapat yang dipilih kebanyakan ulama pada masa ini. Akan tetapi apabila memilih untuk berhati-hati dengan memilih batas akhir tanggal 12 maka hal ini juga diperbolehkan karena tidak terdapat riwayat yang kuat dari sahabat yang menunjukkan mereka menyembelih pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Bab Mengenai Umur Hewan Kurban Selengkapnya ...

 

Hukum Berqurban dan Dagingnya

Qurban dalam terminologi fikih sering disebut dengan udhhiyyah, yaitu menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. mulai terbitnya matahari pada tari raya Idul Adha (yaum an-nahr) sampai tenggelamnya matahari di akhir hari tasyrik yaitu hari tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Berqurban sangat dianjurkan bagi orang orang yang mampu. Karena qurban memiliki status hukum sunnah muakkadah, kecuali kalau berqurban itu sudah dinadzarkan sebelumnya, maka status hukumnya menjadi wajib. Anjuran berqurban banyak disebutkan dalam hadis, di antaranya yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah : “bahwa tidak ada amal anak manusia pada an nahr yang lebih dicintai Allah melebihi mengalirkan darah nenyembelih qurban”. Sebelum anjuran itu dalam Al-Quran, Allah SWT. juga sudah menganjurkan hamba-hamba-Nya untuk berqurban. Pesan ini termaktub dalam Al-Quran Surat AL-Kautsar ayat 2:  Artinya: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2).

Selanjutnya ... 

 
Artikel Lain...

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL